Sabtu 8 Oktober 2022

Perlombaan Gebyar Muharram 1444 H Sumut Berakhir

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on telegram

LASSSERNEWS.COM – MEDAN, Perlombaan Nasid, Pidato, Kaligrafi dan Azan dalam rangkaian ‘Gebyar Muharram 1444 H Sumatera Utara (Sumut)’ yang dilaksanakan, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumut bersama Majelis Qur’an Sudirman (MQS) berakhir Minggu (24/7), di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan.

Seluruh pemenang perlombaan nantinya akan menerima hadiah uang tunai dan trophy yang akan diserahkan Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis pada Puncak Perayaan Muharram yang berlangsung di GOR Pancing, Minggu (7/8). Ustaz Abdul Somad dijadwalkan akan hadir dalam perayaan ini.

Sesi terkahir pada perlombaan itu yakni Nasid yang diikuti oleh 24 group Nasid dari berbagai kabupaten/kota di Sumut. Sebelumnya perlombaan pidato diikuti 50 peserta, Azan 50 peserta dan Kaligrafi 25 peserta. Keseluruhan kategori perlombaan ini nantinya akan dipilih 3 juara umum dan 3 juara harapan.

Ketua Panitia Gebyar Muharram 1444 H Sumut Irfa Halena yang dimintai keterangan di sela sesi perlombaan Nasid mengatakan, perlombaan ini dilaksanakan untuk menggelorakan siar agama dan memeriahkan Tahun Baru Islam.

Dijelaskannya, untuk lomba kaligarafi ini pertama kali dilaksanakan, dimana peserta dituntut menulis satu halaman Alquran yang diikuti oleh anak-anak milenial. “Ini sangat kita apresiasi ternyata banyak juga peminatnya,” katanya.

Perlombaan Nasid, jelasnya, kembali pada perlombaan tradisonal yakni dengan menggunakan rebana sebagai pengiring group nasid dalam berkompetisi yang keseluruhan diikuti oleh kaum hawa. “Perlombaan Azan sendiri diikuti anak milenial, kalau yang pidato banyak diikuti ibu-ibu muslimah yang bercerita tentang Muharam,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta Nasid, Imaniah yang dimintai keterangan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan TP PKK, MQS, DWP dan Bunga Rampai ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat baik karena dapat menggairahkan bakat yang sudah lama terpendam yang dimiliki peserta dan dapat kembali dikembangkan.

“Pastinya kita apresiasi acara ini, karena selain siar Islam kita juga dapat menyalurkan bakat kita,” katanya.

Ia pun berharap kegiatan semacam ini dapat digelar setiap tahun, khusunya perlombaan Nasid pada remaja putri, agar mereka lebih semangat untuk berlatih meningkatkan kemampuannya menghadapi festival-festival yang akan dilaksanakan nantinya.

Sebelumnya hal yang sama disampaikan Tafik Hidayat, salah satu peserta mushab kaligrafi. Ia mengucapkan terima kasih pada Ketua TP PKK Sumut yang telah melaksanakan kegiatan ini. Harapan mereka agar perlombaan seperti agar sering dilaksanakan guna menyalurkan bakat seni kaligrafi di Sumut.

“Terima kasih kami ucapkan pada ibu gubernur, kiranya kegiatan ini dapat sering dilaksanakan, agar kami sebagai seniman kaligrafi dapat menyalurkan bakat dalam setiap ajang kompetisi ini,” katanya. (Irwan Ginting)