Sabtu 8 Oktober 2022

Penasehat Hukum Pertanyakan Status Kliennya Korban Penganiayaan Ditetapkan Tersangka

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on telegram

LASSERNEWS.COM – Medan Sungguh menyedihkan nasib seorang wanita yang mengalami pengeroyokan di Komplek Asia Mega Mas Blok N Kelurahan Sukaramai 2 Kecamatan Medan Denai, justru di tangkap dan dijadikan tersangka oleh penyidik Polrestabes Medan, Kamis (25/08/2022).

Sebelumnya korban berinisial A (38) pada Kamis (07/07/2022) membuat laporan pengaduan di Polrestabes Medan namun diarahkan untuk dilaporkan ke Polsek Medan Area dan tiga orang pelaku pengeroyokan telah ditetapkan sebagai tersangka dan seorang di antaranya berinisial T telah diamankan.

Penasehat HUkum korban Adv. Aliyus Laia SH, bersama Adv. Agustinus Ndruru SH, merasa
ada kejanggalan dalam penetapan kliennya sebagai tersangka dan meragukan kinerja kepolisian Polrestabes Medan dalam menangani perkara ini terkesan dipaksakan dan diduga tidak sesuai prosedur, dimana sebagai kuasa hukum tidak mengetahui bahwa kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Aneh, seorang dari tiga orang tersangka telah diamankan oleh kepolisian Polsek Medan Area namun tiba-tiba personil Polrestabes Medan melakukan penangkapan terhadap korban dan dijadikan tersangka kasus penganiayaan,” tanya Aliyus Laia kepada awak media lassernews.com Jum’at (26/08/2022) pagi.

Lanjutnya, penangkapan terhadap korban berdasarkan adanya Laporan pengaduan atas nama N (21) anak tersangka T (35) yang telah diamankan yang sampai saat ini masih ditahan di Polsek Medan Area.

Dalam laporannya, N (21) mengatakan bahwa telah diberikan kuasa kepadanya untuk membuat laporan pengaduan atas kasus penganiayaan yang dialami T yang dilakukan A (37) namun tidak dapat membuat laporan sehingga dikuasakan kepadanya.

“Tersangka T tidak bisa membuat laporan pengaduan karena sudah di tahan atas kasus penganiayaan terhadap A yang saat ini di jadikan tersangka,” papar Aliyus Laia.

Lebih lanjut, Aliyus meminta agar WASIDIK Krimun dan IRWASDA Polda Sumut mengambil alih Laporan Polisi Nomor : LP/B/532/VII/2022/Polsek Medan Area/Polrestabes Medan/Polda Sumut, tangga 07 Juli 2022 dan segera dilakukan penangkapan dan penahan terhadap dua orang tersangka lainnya yang saat ini masih bebas berkeliaran.

Kemudian meminta agar Laporan Polisi Nomor : LP/B/2305/VII/2022/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut, tanggal 18 Juli 2022 atas nama Pelapor Nicholas diberhentikan penyidikannya, karena laporan tersebut diduga Laporan palsu atau rekayasa.

“Demi menjaga netralitas dan profesional penyidik dalam perkara ini, sangat dipandang perlu pihak WASIDIK KRIMUN dan IRWASDA Polda Sumut untuk mengambil alih demi terwujudnya tujuan hukum,” pungkas Aliyus Laia, SH.

Saat dikonfirmasi ke Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa SIK MH oleh awak media melalui WhatsApp selulernya Jumat (26/08/2022) malam atas Penjelasan peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban dan malah di jadikan sebagai tersangka namun dalam ini tidak memberi keterangan atau respon. (Ril/Y.M)