Senin 30 Januari 2023

Liusman Nduru, S.Sos Menyayangkan Dugaan Kecurangan Pansel

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on telegram
Liusman Nduru, S.Sos
LASSERNEWS.COM – Medan, Sekretaris Umum (Sekum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Nias (LPN), Liusman Nduru S.Sos sangat menyayangkan kinerja Panitia Seleksi (Pansel) dengan adanya temua dugaan kecurangan.

“Proses pelaksanaan perekrutan anggota KPUD Nias selatan kali ini sangat disayangkan sekali dengan adanya indikasi Kecurangan yang dilakukan oleh TIM SELEKSI,”tegas Sekum DPP LPN kepada wartawan, Jumat (10/8/2018).
Terkait gonjang-ganjing yang terjadi pada seleksi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias Selatan (Nisel) 2018-2023, Liusman meminta kepada KPU RI untuk memberi perhatian atau atensi lebih serius, Jika Tim pusat diturunkan dari Jakarta benar menemukan fakta-fakta bahwa adanya penyimpangan atau pelanggaran, pelaksanaan proses seleksi harus ditinjau. “Seluruh panitia seleksi yang berjumlah 5 orang juga harus ditinjau ulang. Mereka tidak bisa melepaskan diri dari kekisruhan proses seleksi yang terjadi” tegas Sekum DPP LPN.
Berdasarkan info, 3 hari yang lalu, ada tiga orang anggota Inspektorat dari KPU RI berada di Medan guna menindaklanjuti pengaduan sejumlah peserta seleksi calon komisioner KPU Nias Selatan. Secara maraton, tim yang dipimpin Maruhum Pasaribu itu memeriksa para pelapor. Diperiksa di sekretariat Panitia Seleksi di Hotel Grand Inna, Medan.

Lima orang panitia seleksi yang menjadi terlapor juga turut diperiksa. Mereka adalah Tony Situmorang (ketua), Agerifa Dachi, Adenan, Mario Kasduri dan Bambowo Laiya. Mereka dilaporkan oleh 11 orang yang mengaku sengaja dikalahkan saat tahapan seleksi administrasi berlangsung.

Diduga ada dokumen persyaratan calon anggota KPU milik kami yang dibuang panitia, dengan cara itu kami dikalahkan,” kata salah seorang pelapor tidak mau menyebutkan namanya.

Menurut Lius, proses pelaksanaan penyeleksian ini harus dikembalikan ke tahapan awal, yakni seleksi administrasi. Sebanyak 44 nama yang pernah dinyatakan tidak lolos seluruh dokumennya harus diperiksa kembali bersama dengan 40 lainnya yang sempat mengikuti sejumlah tahapan lanjutan. (Red)