Selasa 16 April 2024

Korban dan Terlapor Damai, Polrestabes Medan Terkesan Abaikan Justice Restorative

Bagikan :

LASSERNEWS.COM-Medan. Dalam sebuah tindak pidana pelecehan seksual, korban dengan inisial S (21), warga Jalan Pelita VI, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, mengungkapkan keinginannya untuk mencabut laporan polisi nomor LP/B/3079/X/2022/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA, terlapor Ahmad Jailani.

“Saya sebagai manusia, tidak tega melihat terlapor di penjara karena terlapor menderita penyakit paru-paru dan asam lambung. Oleh karena itu, saya ingin mencabut laporan polisi ini dan kami telah menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” ucap S kepada wartawan pada Selasa (21/6/2023) didepan Polrestabes Medan.

Inisial S didampingi Abang kandungnya bernama Amri, menuturkan bahwa dirinya menyadari bahwa tindakan membuat laporan polisi merupakan kesalahannya sendiri, karena dipengaruhi oleh emosi pada saat itu. Namun, pertimbangan lanjutan datang setelah keluarga terlapor meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi tindakan yang tidak pantas, jujur saya mengatakan dia pak Amad Jailani hanya mencolek payudara saya sebelah kiri dengan memakai kunci sepeda motor.

Dalam permohonannya, inisial S berharap kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolrestabes Medan dapat membantu mencabut laporan polisi tersebut.

Sementara itu, istri terlapor Ahmad Jailani (56) yang tinggal di Jalan Pukat I, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, mengungkapkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan damai dengan inisial S. Membenarkan bahwa suami nya menderita penyakit akut yakni paru dan asam lambung dengan menunjukkan bukti berupa foto hasil rontgen yang menunjukkan suaminya menderita penyakit paru-paru dan asam lambung.

“Ia bang, Suami saya menderita penyakit paru-paru dan asam lambung, dan dia sering merasakan sakit. Kami berharap, setelah mencapai kesepakatan damai, suami saya dapat dibebaskan,” ungkapnya.

Walaupun damai telah tercapai antara korban dan terlapor, banyak pihak menyoroti bahwa Polrestabes seharusnya mengedepankan pendekatan restoratif yang menghormati prinsip-prinsip keadilan dan pemulihan bagi semua pihak yang terlibat dalam tindak pidana.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kepolisian terkait kritik terhadap penanganan kasus ini.

(Isn Hasibuan)